Update Info Penting Via Facebook!

Informasi Beasiswa Maroko Jalur PBNU


Selain melalui Kementerian Agama RI (Kemanag), mahasiswa Indonesia juga bisa melanjutkan kuliah di Maroko melalui jalur PBNU. PBNU secara resmi telah menjalin hubungan kerja sama di bidang pendidikan sejak KH. Said Aqil Siroj, selaku ketua umum PBNU menyampaikan pidato pada Durus Hassaniyah di depan Raja Muhammad Vl. Durus Hassaniyah merupakan majlis khusus yang diselenggarakan oleh Raja Maroko. Selain keluarga raja, para petinggi pemerintahan, majlis ini juga dihadiri oleh duta besar negara sahabat serta undangan khusus lainnya.



 KH. Said Aqip Siroj juga merupakan orang Asia pertama yang secara khusus mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pidato di depan raja negeri matahari terbenam itu. Atas dasar ini lah, Raja kemudian mempersilakan kader-kader NU untuk mengais ilmu di negerinya sebagai hadiah sekaligus bentuk kerjasama kepada PBNU sebagai organisasi Islam terbesar yang mempunyai motto Islam ramah dan toleran ala Nusantara.

Pada tahun 2010, PBNU mengirimkan delegasi pertamanya yang berjumlah 15 orang. Selang tiga tahun kemudian 7 kader NU diberangkatkan, tepatnya pada tahun 2013. Sejak itu, PBNU rutin mengirimkan kader-kadernya setiap tahun. Berbeda dengan kuota beasiswa yang disediakan oleh Kemenag yang jumlahnya hanya 15, kuota PBNU cenderung lebih banyak dan semakin banyak tiap tahunnya.

Pendaftaran
Dalam hal pendaftaran, PBNU tidak mempublikasikannya secara luas dan terbuka, maka dari itu kita tidak menemukan informasi pendaftaran ini secara resmi dari situs PBNU secara langsung. Sehingga jalan yang harus ditempuh bagi calon penerima beasiswa adalah dengan menghubungi atau mendatangi kantor PBNU pusat secara langsung. Biasanya pendaftaran dimulai beberapa saat setelah seleksi Kemenag dilakukan. Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi saat melakukan pendaftaran;

1. Data diri lengkap
2. Naskah asli dan fotokopi ijazah terakhir atau surat keterangan lulus.
3. Naskah asli dan fotokopi transkip nilai raport dan ujian akhir.
4. Surat rekomendasi dari tokoh agama, kepala sekolah atau dewan pengurus NU daerah.

Dalam hal ini, PBNU tidak mensyaratkan usia ijazah sebagaimana Kemenag. Jadi meskipun usia ijazah sudah mencapai lima tahun masih tetap bisa digunakan untuk mendaftarkan diri. File bisa dikirim melaui email, namun akan lebih baiknya jika calon pelamar hadir secara langsung ke kantor PBNU pusat di Jakarta.

Ujian Seleksi
Ujian seleksi yang dilaksanakan oleh PBNU mempunyai metode dan teknis yang sedikit berbeda. Setelah pengajuan berkas disetujui oleh pihak PBNU, calon penerima beasiswa akan diundang untuk melakukan ujian seleksi yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang. Kebijakan ini sering berubah setiap tahun tergantung pada situasi dan kondisi.

Adapun materi seleksi lebih menitikberatkan pada ujian lisan, yang meliputi baca kitab kuning, wawancara umum, pengetahuan gramatikal Arab (nahwu dan shorof), fiqih, dan pengetahuan keagamaan lainnya. Selain itu, PBNU juga memprioritaskan peserta dengan hafalan Al-Quran 30 juz meskipun secara nominal tidak ditentukan batas minimalnya.

Jika ujian seleksi Kemenag hanya dilakukan satu kali di Indonesia dan sudah memastikan peserta untuk berangkat serta langsung kuliah, maka tidak dengan seleksi jalur PBNU. Seleksi di Jakarta hanya menentukan keberangkatan menuju Maroko. Adapun kepastian memasuki jenjang kuliah atau tidak, masih harus melewati ujian seleksi yang lebih ketat lagi di kampus yang akan dituju. Materi ujiannya kurang lebih sama, hanya saja pengujinya adalah Orang Arab langsung.

Peserta yang dinyatakan lulus berhak untuk masuk jenjang kuliah atau Program Sarjana yang standarnya hanya tiga tahun. Sedangkan peserta yang tidak lulus harus masuk jenjang SMA atau bahkan SMP di sekolah cabang kampus tersebut. Seperti halnya jenjang SMA atau SMP pada umumnya, dibutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya. Baru setelah itu berhak masuk jenjang kuliah. Meski demikian, tidak semua kampus memberlakukan peraturan seperti ini. Ada beberapa kampus yang memasukkan peserta yang tidak lulus seleksi ke dalam kelas persiapan yang hanya satu tahun.

Kuliah dan Beasiswa
Tidak seperti kampus-kampus pada umumnya, kampus kerja sama PBNU ini mempunyai sistem pembelajaran klasik ala pesantren salaf di Indonesia, atau biasa disebut dengan Ta'lim 'Atiq. Baik jenjang SMP hingga kuliah, proses belajar dilakukan secara bandongan, hafalan, dan sorogan. Terdapat juga materi-materi umum di samping materi keagamaan. Syarat belajar di lembaga ini harus hafal al- Qur’an secara penuh 30 juz. Namun pelajar asing diberikan kelonggaran akan syarat ini. Hal yang paling mencolok pada Ta'lim 'Atiq adalah sistem pembelajaran fullday. Kelas dimulai pukul 8 pagi hingga 6 sore selama lima hari.

Beasiswa yang diberikan pun terbilang lengkap karena mencakup tempat tinggal atau asrama, bahan makanan serta uang saku yang besarannya antara 250 hingga 500 MAD (Dirham Maroko) per bulan.
Selain jenjang pendidikan resmi, Ta'lim'Atiq juga mempunyai pesantren khusus menghafal Al-Quran yang biasa disebut dengan kuttab. Beberapa delegasi PBNU ada yang masuk di kuttab ini untuk secara khusus menghafal Al-Quran dengan metode lauh, yakni menulis teks Al-Quran dalam sebuah papan besar kemudian menghafalnya. Metode ini diyakini menjadi yang terbaik di dunia karena efek hafalannya akan semakin kuat.

Baca informasi penting dan menarik lainnya melalui jelajah peta situs di sini